Berkarir tak Mencipta Jarak antara Aku dan Dia
Cari Berita

Advertisement

Berkarir tak Mencipta Jarak antara Aku dan Dia

Selasa, 29 Agustus 2017

       Bekerja memang bukan kewajiban seorang istri /ibu. Akan tetapi tak ada salahnya juga mengambil tawaran pekerjaan untuk memanfaatkan ilmu yang secuil ini. Awalnya aku memutuskan untuk istirahat dari pekerjaan sebagai guru honorer dan berencana untuk mencari pekerjaan saat Nabil (3) sudah masuk usia sekolah. 
       Setelah setahun lebih menganggur, sambil berdagang kecil-kecilan, mencoba menulis beberapa artikel dan cerpen tapi belum berhasil, akhirnya  di pertengahan tahun 2017 ada yang menawari pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris di SMP yang terletak di sebuah kampung sekitar 10 km dari rumahku. orangtuaku mndorongku untuk menerima tawaran itu, karena mereka memang tak senang melihatku menganggur. suami pun mengizinkan. maka aku menerimanya meskipun pendidikanku di jurusan pendidikan agama islam, namun aku cukup mahir bahasa Inggris meskipun belum sempurna. 
        Di waktu yang hampir bersamaan ada pula yang menawariku untuk mengajar di SMP yang tidak jauh dari rumahku. Di sana aku sebagai guru Pendidikan Agama Islam, Sesuai dengan pendidikan yang aku tempuh selama ini. Senangnya rezeki nomplok. untungnya waktu mengajarnya bisa di sesuaikan karena masing-masing lokasi ada hari off nya. 
        Aku berusaha yang terbaik dalam pekerjaan ini, karena aku sangat bersyukur bisa bekerja dan membagi ilmu untuk generasi baru. syukurlah waktu mengajar hanya sampa pukul 13.00, jadi hanya setengah hari meninggalkan si buah hati. 
         Saat mengajar aku meninggalkan Nabil bersama adik perempuanku yang juga seperti ibu kedua untuknya. Dia selalu menyambutku pulang dengan senyuman dan pelukan hangat. sesekali ia bersembunyi di kamar agar aku mencarinya. dan aku pun pura-pura mencarinya ke sana ke mari sebelum menemukannya. lalu kami tertawa bersama. itulah kebahagiaan kami yang sangat berharga.