5 Fakta pemilik darah O
Cari Berita

Advertisement

5 Fakta pemilik darah O

Minggu, 25 November 2018


Menilai orang lain memang lebih mudah dari pada menilai diri sendiri. Makanya untuk tema #BPN30DayChallenge2018 kali ini saya memilih untuk menguak fakta tentang diri sendiri berdasarkan golongan darah dan memang saya setuju dengan fakta-fakta itu.

Berikut ini fakta-fakta tentang saya berdasarkan golongan darah O yang diambil dari beberapa sumber.

Sering merasa segan dengan orang lain
Merasa segan terhadap orang yang baru dikenal secara umum adalah sifat pemilik darah O. 

Hal ini dilakukan untuk menjaga perasaan orang lain yang sedang dihadapinya. 

Makanya temannya hanya beberapa orang, sebab sulit untuk membuka pertemanan baru karena segan dengan orang yang baru dikenal.

Peduli dengan orang di sekitar

Ini benar sekali, bahkan kepentingan orang lain lebih diutamakan daripada kepentingan diri sendiri. 

Kadang-kadang kepentingan diri sendiri malah terabaikan. Buruknya lagi, seringkali kepedulian dari pemilik darah O ini dimanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Saking baiknya ya …. ?

Memendam emosi

Umumnya, ketika marah pemilik darah O lebih memilih untuk memendamnya dari pada mengungkapkannya.

Namun ketika sudah sangat marah dan tidak terbendung lagi maka kemarahan itu akan meledak-ledak. 

Terutama karena kemarahan yang selama ini disembunyikan akan tetap tersimpan hingga saatnya nanti akan keluar. Buruk sekali kan?

Mentalnya lemah

Lemah mental di sini berarti mudah menyerah dalam segala situasi. Misalnya saat memperjuangkan skripsi yang tak kunjung berkesudahan, jika tidak disertai dengan dukungan dan bantuan orang-orang terdekat maka akan kandas ditengah jalan. Karena itu, pemilik darah O juga tidak menyukai tantangan yang terlalu berat. 

Akan tetapi jika dibantu dengan kemauan yang keras dan doa yang banyak apapun yang diperjuangkan tentu akan berhasil.

Cuek

Cuek di sini bukan berarti berlawanan dengan point sebelumnya. Artinya, cuek bukan berarti tidak peduli. Hanya saja tidak bisa mengekspresikan perasaan yang sebenarnya. 

Misalnya, saat ingin menolong seseorang, saya lebih memilih untuk memberikannya secara diam-diam tanpa diketahui siapapun. Selain itu, saya juga tidak bisa berpura-pura berwajah manis dihadapan orang lain. 

Ketika saya tidak suka dengan sesuatu hal maka akan terlihat jelas di wajah begitu juga sebaliknya.