Mom, Lakukan Hal Ini Saat Hamil Demi Cegah Baby Blues
Cari Berita

Advertisement

Mom, Lakukan Hal Ini Saat Hamil Demi Cegah Baby Blues

Minggu, 29 September 2019


Menurut pakar, Syndrom Baby Blues dialami 50% hingga 70% oleh ibu yang baru melahirkan. Gejala ini tidak hanya menyerang ibu muda tapi bisa juga menyerang ibu yang sudah beberapa kali melahirkan. Gejala ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya kurangnya support dari orang terdekat, mom shaming, serta kurangnya pengetahuan tentang apa saja yang akan dialami wanita setelah melahirkan.

Sedikit cerita pengalaman, saya seorang ibu yang sudah melahirkan dua kali dan kedua-duanya saya sempat mengalami baby blues meski tidak parah dan masih bisa terkendali. Pada kelahiran anak pertama, saya belum menyadari betul gejala yang sempat saya alami. Saat itu, Saya hanya mengandalkan wejangan orang tua tanpa mencari ilmu-ilmu baru yang banyak dari berbagai sumber dan wejangan itupun tidak saya lakukan maksimal.

Saat ibu saya meminta untuk tetap tinggal bersamanya setelah melahirkan, saya menolak karena saya merasa mampu mengurus bayi berbekal pengalaman saat mengurus adik-adik saya dulu. kebetulan saya anak pertama, jadi bisa dibilang tidak terlalu manja dan terbiasa mandiri bahkan mengurus adik-adik saya yang masih bayi saat ibu saya bekerja.

Jadilah saya putuskan untuk tinggal bersama mertua. Pada minggu pertama saya merasa cukup nyaman, namun saya baru merasa kesulitan di minggu kedua hingga keempat saat tubuh mulai kelelahan dan luka jahitan perineum tak kunjung sembuh sering terasa sakit. Saat bayi menangis dimalam hari, saya sangat kebingungan dan tertekan, bahkan sempat menangis karena belum tahu bagaimana cara menenangkan bayi sedangkan tangisannya tak kunjung reda. Pernah juga suatu malam saya membiarkan saja si bayi yang menangis tanpa memperdulikannya. Namun saya begitu menyesal setelahnya, bagaimana mungkin saya bisa begitu tega dengan bayi yang hanya bisa menangis saat merasa tidak nyaman.
Jadi, penyebab utama baby blues yang saya alami saat anak pertama adalah karena saya menolak untuk tinggal dengan ibu kandung saya dan saat tinggal di rumah mertua pun saya enggan atau tidak meminta bantuan suami dan mertua. Kesalahan kedua adalah karena masih tidak tahu apa-apa dalam merawat atau menenangkan bayi yang menangis.

Pada kelahiran anak kedua, jauh sebelum hamil saya sudah waspada dan memikirkan dengan cermat agar gejala yang saya alami tidak terulang. Alhamdulillah saya sudah tidak mengalami hal yang sama karena sudah pengalaman dan belajar agar bayi bisa tenang setelah disusui.

Namun ada hal lain yang cukup berdampak , karena kali ini saya sudah tinggal di rumah pribadi dan suami bekerja setiap hari kecuali minggu, sangat jarang ada di rumah. Saya mengalami kelelahan karena harus melayani anak pertama yang belum mandiri untuk mandi, makan dan semua kebutuhannya sebagai balita. Meski tidak begitu parah tetapi tetap saja berdampak buruk bagi bayi karena saat sang ibu merasa kelelahan setelah melahirkan juga akan berdampak dalam merawat bayi. Selain itu kelelahan juga berpengaruh pada produktivitas ASI.

Untuk itu, sebelum melahirkan atau saat hamil ada baiknya para ibu memahami betul bahwa ada hal-hal yang juga harus dikuasai dan dipelajari untuk mengurangi gejala dan dampak dari Syndrom Baby Blues. Sehingga ibu tenang bayi pun nyaman.

Beberapa hal berikut ini perlu dikuasai para wanita yang akan segera memiliki bayi.

Memahami Pengetahuan Tentang Laktasi
Selain harus dijalankan secara eksklusif selama enam bulan, WHO juga merekomendasikan untuk mengikuti kelas laktasi sejak usia kandungan 28 minggu. Sebagian ibu yang baru melahirkan mengalami ASI yang tidak keluar, sedikit, atau bahkan tidak ada sama sekali. Selain kelas laktasi bisa juga lebih sering konsultasi ke dokter laktasi atau belajar dari ibu-ibu yang telah Berpengalaman melalui media sosial seperti instagram @renatapranata yang sangat sering memotivasi followersnya untuk selalu berusaha agar memberikan anak ASI Eksklusif selama 6 bulan dan banyak pula tips-tips agar ASI selalu lancar. Selain itu ada juga  dr. Ameetha Drupadi yang aktif membuat konten tentang menyusui di akun instagramnya @ameethadrupadi.

Belajar Cara Menggendong
Ada banyak channel youtube yang mencontohkan cara menggendong bayi yang benar dan agar bayi bisa tenang saat menangis. Bayi menangis bisa disebabkan beberapa faktor seperti lapar, sakit atau kolik. Misalnya penyebab bayi menangis adalah kolik atau sakit perut yang ditandai tangisan yang melengking disertai kaki bayi diayunkan hingga ke perut. Untuk meredakan kolik, sang ibu bisa menggendong bayi dengan cara menempelkan perut bayi ke perut si ibu atau skin to skin.

Cara Perawatan Bayi Baru Lahir
Perawatan bayi merupakan hal penting untuk dipelajari. Mulai dari cara mandi, membedong, memijat, dan memperhatikan produk-produk perawatan yang digunakan harus sesuai dengan kondisi kulit bayi. Terkadang bayi memiliki kulit yang sangat sensitif sehingga mudah mengalami milia, ruam, dan kulit kering. Pilihlah produk yang aman, teruji dan dari bahan-bahan yang alami.

Childbirth Education
Hal penting yang perlu dipelajari juga adalah pelajaran melahirkan. Meskipun melahirkan adalah proses yang alami. Namun tidak ada salahnya mempelajari cara melahirkan yang dapat mengurangi resiko seperti jahitan perineum yang terlalu banyak, pendarahan dan bayi yang lama di jalan lahir.

Support
Support dari orang orang terdekat adalah kunci agar ibu dan bayi tetap nyaman. Karena penyebab yang paling banyak dialami ibu dengan syndrom baby blues adalah kurangnya perhatian dari orang terdekat. Oleh karena itu, sangat penting untuk membicarakan dengan pasangan tentang kebutuhan-kebutuhan sebelum memutuskan untuk hamil dan melahirkan.

Photo by Peter Oslanec on Unsplash