Inilah Kisah Paling Mengharukan Dan Paling Menyayat Hati, Kisah Ibunda Aminah binti Wahb
Cari Berita

Advertisement

Inilah Kisah Paling Mengharukan Dan Paling Menyayat Hati, Kisah Ibunda Aminah binti Wahb

Kamis, 21 November 2019


Diceritakan sebuah kisah, seorang wanita  mulia bernama Aminah binti Wahb menikah dengan seorang lelaki mulia pula yang bernama Abdullah bin Abdul Muthalib.

Beberapa bulan setelah menikah, Abdullah pergi melakukan perjalanan ke Syam untuk berdagang. Di perjalanan pulang, ia mengalami sakit dan kemudian meninggal. Aminah mengalami kesedihan yang luar biasa namun ia mengalami sesuatu yang luar biasa. Aminah mengandung seorang anak dari Abdullah di dalam rahimnya. Ia pun merasa amat bahagia. Abdul muthalib, ayah dari Abdullah senantiasa melindunginya.

Meski begitu, Aminah tak kehilangan kesedihan akan Abdullah. Seringkali tangisan demi tangisan memenuhi matanya.

Aminah yang dirundung sedih sering bermimpi beberapa orang mendatanginya dan mengatakan bahwa anak yang dikandungnya adalah seorang nabi yang kelak akan menaklukkan Syam. Aminah pun kembali bersemangat untuk memperjuangkan hidupnya dan juga anak yang dikandungnya.

Sang putra pun lahir bersamaan dengan munculnya cahaya terang di antara timur dan barat. Kemudian bayi Aminah dibawa oleh kakeknya Abdul Muthalib mengelilingi Ka'bah seraya tiada henti mengucap puji syukur kepada Allah.

Kemudian sesuai dengan budaya Arab Jahiliah, sang bayi yang diberi nama Muhammad di bawa ke perkampungan oleh Halimah untuk disusui. Halimah sangat menyayanginya,  hingga ketika tiba saatnya ia harus membawa kembali nabi muhammad kepada ibu kandungnya, ia meminta untuk mengasuhnya lagi beberapa tahun. Aminah pun menyetujui karena untuk menghindari wabah yang sedang menyerang. Halimah merasa Muhammad kecil begitu dirahmati allah.

Suatu hari ketika Muhammad bermain dengan saudara sesusuannya di halaman, saudaranya tiba-tiba berlari mengadukan kepada Halimah bahwa ia melihat Muhammad didatangi dua orang berbaju putih membaringkan tubuh Muhammad dan membelah perutnya. Halimah bergegas mendatangi muhmmad, dilihatnya muhammad masih seperti sedia kala. Halimah ketakutan akan bahaya yang mungkin datang dan berencana mengantarkan Muhammad kembali ke pangkuan sang ibu, Aminah.

Setibanya mereka di tempat tinggal Aminah, Aminah menjelaskan kepada Halimah tentang hal hal istimewa yang dialaminya selama mengandung Muhammad.

Setelah beberapa tahun berlalu, Aminah membawa Muhammad kembali ke kampung halamannya. Sebelumnya ia meminta izin kepada Abdul Muthalib, sebab kakeknya sangat menyayangi dan peduli kepada Muhammad. Abdul Muthalib mengizinkan dan berpesan kepada Aminah untuk selalu menjaga diri. 

Aminah, Muhammad beserta seorang budak berangkat meninggalkan kediamannya. Mereka singgah ke makam Abdullah. Di sana Aminah menumpahkan tangisnya yang selama ini membendung. Muhammad pun mengeluarkan bulir bulir air mata membasahi paha Aminah tempat Muhammad merebahkan kepalanya. 

Mereka melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan Aminah merasa sangat lemah karena cuaca yang teramat panas. Aminah jatuh sakit. Tak lama berselang aminah meninggal dunia. Meninggalkan Muhammad yang baru berusia lima tahun dan telah menjadi yatim sejak dalam kandungan.

Sumber : Muhammad Ali Quthb, 36 Perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah.