Media Sosial Sang Racun Informasi, Penting Untuk Lebih Selektif Dalam Memilih Konten Yang Baik dan Bermanfaat -->
Cari Berita

Advertisement

Media Sosial Sang Racun Informasi, Penting Untuk Lebih Selektif Dalam Memilih Konten Yang Baik dan Bermanfaat

Kamis, 26 Desember 2019




Penulis Tamu : Muhammad Firdaus (Mahasiswa MIPA Kimia UNTAN Pontianak)

Teknologi perkembangnya begitu pesat seiring dengan majunya ilmu pengetahuan. Tidak bisa dihitung lagi dengan jari banyaknya penemuan-penemuan yang dibuat oleh manusia. Tujuan dari teknologi ini sendiri adalah untuk memudahkan pekerjaan manusia hal ini didasarkan pada pengertian teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Perkembang teknologi meluas dengan cepat dari hal-hal yang remeh seperti penyedot debu, pemasak nasi, obat nyamuk listrik hingga menyebar ke hal-hal yang berbahaya seperti nuklir. Namun, dari semua perkembangan teknologi itu ada satu jenis teknologi yang sangat sering digunakan oleh manusia sekarang saking seringnya membuat jenis teknologi ini menjadi kebutuhan primer, jenis teknologi tersebut adalah teknologi informasi dan komunikasi.

Di dalam kamus Oxford pengertian teknologi informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar. Bisa dikatakan bahwasannya teknologi ini memiliki fungsi untuk menyampaikan suatu pesan dalam berbagai bentuk melalui sebuah alat baik satu arah maupun dua arah.

Teknologi informasi dan komunikasi yang paling sederhana ialah surat kemudian berkembang menjadi siaran radio, media komunikasi telepon, siaran televisi, hingga yang kita kenal sekarang berupa berbagai aplikasi di dalam setiap smartphone yaitu media sosial.

Media sosial sekarang ini menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat dalam mengkonsumsi dan berbagi informasi. Tak hanya itu media sosial sekarang juga menjadi tempat jual beli, tempat mempromosikan suatu jasa. Kemudahan demi kemudahan didapatkan dengan media sosial ini. Dengan adanya media sosial ini, orang-orang hanya perlu duduk santai di rumah dan sudah bisa berbicara dengan sanak saudara. Kemudahan ini tentu menjadi salah satu tanda berkembangnya zaman.

Namun, di balik tirai kemudahan yang setiap hari kita dapatkan. Media sosial menyimpan kerugian-kerugian, bukan hanya secara materi tapi serta merta secara mental dan pikiran. Dengan adanya media sosial sekarang ini, seseorang lebih mudah menyebarkan penipuan. Bukan hanya penipuan harta tapi juga penipuan informasi. Orang-orang dengan mudahnya menyebarkan informasi yang tidak benar atau biasa kita sebut HOAX. Jika sebuah informasi itu dimisalkan seperti susu maka dengan adanya media sosial seseorang bisa dengan mudahnya menambahkan racun ke dalam susu tersebut.

Tentu menjadi sebuah kekekhawatiran bila informasi-informasi ini bisa dengan mudahnya mencuci otak seseorang dan seseorang tersebut tidak akan tahu bahwa ia sedang dicuci otaknya. Racun informasi ini paling sering diterima oleh anak-anak yang baru mengenal Smartphone. Jika mereka secara terus-terusan memperoleh racun informasi bukannya tidak mungkin hal itu akan merusak mental si anak. Ini menjadi kekekhawatiran untuk semua orang tua.

Lantas bagaimana kita bisa menyikapi rancun informasi ini agar tidak mudah untuk kita kunsumsi.

Pertama, perlu diingatkan bahwasannya hal ini bukan salah media sosial ataupun perkembangan teknologi. Jangan sampai karena terlalu takut dengan media sosial kita menjadi menutup segala akses informasi untuk diri kita.

Cara untuk mengatasi keracunan informasi di media sosial:

Untuk Anak-anak
Hal ini perlu perhatian dari orang tua dimana orang tua harus terlebih dahulu memberikan pendidikan tentang media sosial apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Selain itu, pembatasan serta pegawasan terhadap penggunaan smartphone juga perlu diterapkan. Jam berapa anak boleh bermain dan jam berapa anak harus berhenti bermain. Akun-akun media sosial yang telah dibuat oleh sang anak perlu orang tua ketahui seperti email dan passwordnya, hal ini bertujuan agar orang tua tetap bisa menyaring informasi yang boleh diperoleh oleh anak.

Untuk Diri Sendiri
Bukan hanya anak-anak yang bisa teracuni oleh informasi di media sosial kita sendiri pun bisa dengan mudahnya ikut menelan racun informasi. Untuk kita yang bisa masuk ke dalam katagori usia remaja dan dewasa cara yang paling tepat untuk mengatasi keracunan informasi adalah memastikan sumber informasi itu jelas. Kadang kala di suatu grup WA (Whats App) seseorang dengan mudah mengirim pesan yang tidak jelas sumbernya dari mana. Nah, sebelum kita menelan informasi tersebut ada baiknya kita terlebih dahulu mencari informasi tersebut di google atau di media lainnya yang merupakan sumber tepercaya. Jika lebih ingin menggunakan cara yang ekstrem kita bisa menayakan langsung kepada si pengirim pesan. Hal ini juga berlaku untuk media sosial lainnya seperti Instagram, facebook, twiter, telegram, dan lain-lain.
Catatan : Sumber-sumber yang bisa kita percaya itu contohnya berita-berita dari kompas, tribun, tempo, jawa pos, namun, tak menutupi kemungkinan sumber-sumber ini bisa memberikan racun informasi karena itu kita perlu mencari kebenaran informasi tersebut dari berbagai sumber jangan hanya satu sumber.