Pernikahan Adalah Ibadah Terlama Dan Panjang, Karena Itu Persiapkan Diri Sebelum Menunaikannya. -->
Cari Berita

Advertisement

Pernikahan Adalah Ibadah Terlama Dan Panjang, Karena Itu Persiapkan Diri Sebelum Menunaikannya.

Selasa, 04 Februari 2020

Pernikahan adalah hubungan yang terjalin antara dua orang yang berbeda. Bukan hanya jenis kelamin keduanya yang mebedakan tetapi juga pemikiran, watak, sifat dan adat budayanya. 

Menjalankan sebuah kehidupan rumah tangga akan ada  berbagai hal yang mau tidak mau harus dihadapi. Tak hanya hal-hal yang indah namun hal-hal yang menghadirkan guncangan dalam hubungan juga akan dialami bagi pasangan menikah. 

Tantangan, cobaan, masalah dan sejenisnya akan terus ada. Untuk apa? Untuk mematangkan hati dan pikiran manusia. Pasangan yang berhasil melaluinya akan memiliki hati yang kuat dan hubungan yang kokoh pula. 

Dalam Islam, pernikahan adalah ibadah. Terdapat banyak sekali aturan dalam hubungan rumah tangga. Sebab, Allah menjanjikan ganjaran untuk setiap hal yang diamalkan oleh sepasang suami istri. Sebagai contoh Allah SWT memberikan pahala 1000 kebaikan dan menghapus 1000 kejahatan kepada ibu hamil. Allah SWT pula menjanjikan pintu surga yang mana saja bagi seorang istri yang taat kepada Allah (salat dan puasa ramadhan) dan taat kepada suaminya (dalam hal kebaikan). 

Pada dasarnya tidaklah semudah yang dibayangkan tapi tidak juga terlalu sulit untuk dilakukan. Untuk mencapai tujuan tersebut membutuhkan proses pembelajaran masing-masing pihak.

Tentu akan lebih baik jika sebelum menikah untuk mengetahui dan mempersiapkan beberapa hal yang paling dominan akan dihadapi setiap pasangan menikah. 

Pertama, menikah itu bukan hanya hubungan dua orang tetapi seluruh keluarga juga akan terlibat di dalamnya. Pernikahan membutuhkan persetujuan dari orang tua. Banyak pernikahan yang mengalami perceraian karena tidak adanya persetujuan orang tua dari kedua belah pihak atau sepihak. Meskipun ada juga sebagian kecil yang tidak mengalaminya. Tetapi perlu diketahui bahwa meminta persetujuan orang tua adalah salah satu bentuk bakti kepada mereka. Bukankah setelah menikah berbakti kepada orang tua akan menjadi hal yang jarang terjadi karena lebih fokus dengan pasangan dan anak-anak. 

Kedua, Memperbaiki diri dengan cara menambah ilmu umum dan ilmu agama terutama seputar rumah tangga dan pengasuhan anak. Memperbaiki diri sangat penting sebab orang yang baik akan dipertemukan dengan orang yang baik pula begitu juga sebaliknya. 

Ketiga, Mempersiapkan materi. Banyak orang yang meyakini rezeki akan datang setelah pernikahan karena dalam pernikahan mengandung berkah. Pernyataan tersebut ada benarnya, tetapi rezeki tentunya harus dijemput dengan suatu usaha. Rezeki tidak hanya dilihat dari materi, kesehatan, hadirnya keturunan, bisa hidup dengan nyaman adalah contoh lain dari rezeki. Materi adalah salah satu rezeki yang bisa diusahakan. Karena itu ada baiknya jika bisa memiliki usaha ataupun pekerjaan sebelum menunaikan pernikahan. Tak bisa dipungkiri dizaman generasi alpha ini amat penting mempunyai keuangan yang stabil sehingga kebutuhan hidup bisa tercukupi. 

Keempat, memperbanyak doa dan istikharah. Doa adalah penghubung antara manusia dengan Tuhannya. Dengan berdoa manusia akan senantiasa merasa dekat dengan Sang Pencipta. Dialah yang menentukan takdir manusia termasuk pasangan setiap manusia di dunia. Karena itu dalam berdoa patutlah menyelipkan doa agar dihadirkan pasangan yang baik lahir dan batin. 

Selain doa, adapula cara yang sudah sering kita dengar saat seseorang ingin menentukan pilihan yang paling tepat yaitu salat istikharah. Tak terkecuali dalam perihal jodoh. Istikharah adalah melakukan salat dua rakaat dengan niat meminta petunjuk agar diperlihatkan pilihan mana yang paling baik.

Itulah sebagian dari banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan dan melaksanakan pernikahan. Pernikahan bukan hanya perihal jatuh cinta tapi juga tanggung jawab yang harus dijalankan sepanjang sisa usia.