Melatih Anak Puasa, Persiapkan Hal Ini Dulu Ya Moms! -->
Cari Berita

Advertisement

Melatih Anak Puasa, Persiapkan Hal Ini Dulu Ya Moms!

Selasa, 14 April 2020


Bulan puasa merupakan bulan yang ditunggu-tunggu seluruh umat Islam di dunia. Semua orang pasti akan menyambut bulan yang suci ini dengan perasaan senang. Sebab bulan puasa merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di bulan inilah kesempatan kita untuk mendapatkan pahala dan ampunan yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


Di bulan Ramadhan merupakan kesempatan kita sebagai orang tua pula untuk melatih anak beribadah bersama. Tentunya setiap orang tua ingin memiliki anak yang shaleh dan shalehah. Agar kelak bisa mendoakan orang tua dan menjadi bekal diakhirat. Untuk itu, anak juga harus di biasakan beribadah terutama ibadah shalat dan puasa. Jika sudah terbiasa maka anak akan mudah melakukan ibadah-ibadah lain dan kelak anak akan dengan senang hati untuk selalu melakukannya.

Tahun ini si sulung memasuki usia 6 tahun, jadi sudah saatnya dia berlatih menahan haus dan lapar di bulan Ramadhan yang akan segera datang. Sebab di usia ini merupakan usia di mana anak harus dibekali dengan akhlak dan kebiasaan yang baik dan melihat pengalaman orang tua terdahulu memang lebih mudah untuk membiasakan hal baru pada usia dini dari pada usia di atas 7 tahun. Membiasakan puasa sejak dini juga bermanfaat agar kelak ia sudah terbiasa dan bisa menikmati indahnya berpuasa di bulan yang suci dan penuh berkah. 

Nah, sebelum melatih anak untuk mempraktekkan puasa tentunya banyak hal yang perlu dipersiapkan agar anak lebih bersemangat dalam menjalankannya. 


Persiapan perlu dilakukan supaya anak yang baru mulai berlatih puasa diharapkan tidak banyak mengeluh haus dan lapar serta memiliki tubuh yang fit untuk melaksanakan puasanya yang pertama. 

Sebelum si sulung dilatih puasa, ada 3 hal nih Mom yang saya persiapkan untuk fisik dan psikisnya. 

Mengenalkan Anak Tentang Puasa dan Menjelaskan Makna Puasa

Sejak si sulung berusia 3 tahun dia sudah dikenalkan dengan makna puasa yang tentunya dijelaskan dengan cara yang bisa dipahami sesuai dengan usianya. Dia sudah mengerti bahwa puasa adalah tidak makan dan minum, karena ia akan bertanya ketika melihat orang tua atau orang sekitarnya yang berpuasa, "kenapa tidak makan/minum?". Saat anak bertanya tentu membutuhkan jawaban yang singkat dan jelas. Dalam hal ini orang tua harus punya cara tersendiri agar anak mudah mengerti. 

Setelah berusia 4 tahun dia mulai mengenal ibadah-ibadah khas di bulan puasa yang lain seperti tarawih, tadarus, sahur dan berbuka. Di usia ini anak biasanya sudah sangat antusias jika diajak menjalankan kebiasaan-kebiasaan dan ibadah yang dilakukan oleh orang tuanya. Di usianya yang ke 5 tahun, dia sudah mengenal lebih jauh tentang puasa. Misalnya, apa manfaat yang di dapat bagi orang yang menjalankan puasa dan apa ganjarannya dari segi agama. 

Jadi, anak tidak semata-mata memahami bahwa puasa adalah menahan haus dan lapar. Akan tetapi juga mengenal makna bulan Ramadhan dan ibadah-ibadah di dalamnya. Di sinilah peran penting sebagai orang tua untuk bisa memberikan pemahaman bagaimana dan apa hikmah yang bisa di dapat dari ibadah-ibadah yang dijalankan di bulan Ramadhan khususnya.

Sebelum Menjalankan Puasa Utamakan Kesehatan Tubuh Anak

Penting sekali untuk menyiapkan kondisi kesehatan anak sebelum puasa. Karena dalam berpuasa memerlukan kondisi tubuh yang fit tentunya. Jika tubuh kurang sehat, kekurangan gizi kemungkinan anak akan mudah lemas dalam menjalankan puasa. Apalagi puasa yang ia jalankan merupakan yang pertama kalinya.

Tidak kalah penting juga menjaga asupan anak saat sahur, agar kebutuhan tubuhnya tetap seimbang. Menurut ahli, saat sahur sebaiknya anak diberikan makanan yang proses pencernaannya lebih lama. Makanan yang padat energi dan mengandung kalori yang tinggi bisa Mom berikan untuk anak. Makanan yang dimaksud misalnya nasi, gandum, oat, telur, tempe, tahu dan daging. Selain itu, sayuran dan buah juga termasuk menu yang penting saat sahur. 


Jika masih memungkinkan ditambah dengan susu dan air putih ya, Mom. Terkadang setelah sahur anak-anak akan merasa begah, apalagi jika belum terbiasa maka Mom bisa memberi porsi yang sesuai dengan kebutuhan saja. Meskipun dirasa cukup dalam memenuhi kebutuhan anak, tidak ada salahnya juga untuk memberinya suplemen makanan yang memiliki rasa yang manis. 

Saat berbuka biasanya anak akan memilih menu favoritnya. Orang tua juga tentunya ingin memberikan makanan yang anak sukai saat berbuka sebagai penghargaan karena dia berpuasa walaupun hanya setengah hari. Nah, agar lebih sehat menu berbuka bisa dikreasikan sendiri dari bahan-bahan yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh ya, Mom. Misalnya, puding buah, jus buah, dan menu sehat lainnya.


Merencanakan Kegiatan Selama Puasa Agar Lebih Bersemangat

Agar lebih bersemangat dan tidak bosan saat berpuasa harus diisi dengan kegiatan yang menyenangkan dan tentunya yang tidak menguras tenaga. Pilihlah kegiatan yang lebih fokus ke aktifitas otak dari pada fisik. Tapi tidak ada salahnya juga memilih aktifitas fisik yang ringan jika Mom merasa anak mampu melakukannya tanpa mengganggu puasanya.

Aktifitas yang tidak menguras tenaga misalnya menggambar dan mewarnai, bermain puzzle, menonton TV bersama, mengajak anak mengaji al-Quran dan anak juga bisa di ajak untuk membuat menu berbuka bersama ya, Mom.

Mengingat usia anak yang masih dini dan belum diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa, sebaiknya anak tidak dipaksa untuk melaksanakan sesuai yang orang dewasa lakukan. Tapi sesuai dengan kemampuan anak. Tujuan orang tua melatih anak berpuasaa adalah agar dia mengerti ibadah yang wajib dilakukannya kelak jika dia sudah mencapai usia baligh.

Untuk itu, buatlah kesepakatan dengan anak dengan melihat sejauh mana kemampuan anak untuk ikut melakukan ibadah puasa. Mom bisa membuat catatan seperti memo atau kalender bersama anak untuk melihat bagaimana kemampuan anak dalam menjalankan puasa dan perkembangannya setiap hari.

Jika anak melakukan ibadah puasa dengan perasaan terpaksa maka kemungkinan besar anak akan menjadi memiliki persepsi negatif tentang puasa. Akan lebih menyenangkan jika anak bisa menjalankan ibadah puasa dengan berbagai macam variasi budaya di dalamnya dengan perasaan yang bahagia.

Salah satu hal yang juga perlu ditanamkan pada anak sebelum dia di ajak untuk melakukan ibadah adalah mengenalkan kepada anak tentang tauhid atau keimanan. Hal ini sangat perlu sebab anak melakukannya dengan mengingat bahwa apa yang ia lakukan merupakan atas dasar kewajiban terhadap agama dan tuhannya. 

Selain itu, anak merupakan sosok peniru yang baik. Orang yang paling mungkin dijadikan modelnya adalah orang yang paling dekat dengannya yakni orang tuanya. Di sinilah peran penting orang tua dalam menjadi tauladan yang baik bagi anak-anaknya. apapun yang menjadi kebiasaan orang tua, maka hal itulah yang juga menjadi kebiasaan sang anak. 


Nah, Mommies pengen baca artikel lainnya tentang persiapan ramadhan silahkan baca juga Persiapan Ramadhan Balita di Negeri Sakura

Sekian, selamat menyambut bulan Ramadhan ya Mom...