3 Tips Mudah Mengajarkan Anak Kegiatan Toilet Training -->
Cari Berita

Advertisement

3 Tips Mudah Mengajarkan Anak Kegiatan Toilet Training

Selasa, 07 Juli 2020


Oleh : Maulinda Sari
Memahami perkembangan anak merupakan tugas penting setiap orang tua. Jika setiap orang tua bisa memahami perkembangan anak dan menerapkan stimulasi yang tepat, maka anak akan memiliki kemampuan sesuai usianya. Baik itu kemampuan kemampuan kognitif, motorik, maupun emosional.

Sama halnya dengan memahami kapan anak dapat diberikan toilet training yaitu proses mengajarkan anak kegiatan buang air kecil dan buang air besar. Pada umumnya anak sudah bisa diajarkan kegiatan toilet training pada usia 1,6 Tahun. Namun, sebelum mengajarkan anak toilet training anak harus siap dari segi fisik dan emosional. 

Untuk itu, sebagai orang tua ada 3 hal mendasar yang harus dibiasakan kepada anak agar siap untuk diberikan toilet training. Intinya harus telaten dan rajin ya, Moms.

Hindari Memakai Popok Siang Hari
Saat berada di rumah ada baiknya tidak memakai popok di siang hari. Sebab, intensitas anak buang air tidak sebanyak malam hari. Selain itu jika anak tidak memakai popok, setiap anak buang air kecil latih anak untuk mencuci kemaluan setelahnya. Begitu pula dengan buang air besar. Memang sedikit repot dan kurang praktis ya, Mom. Tapi hasil tak menghianati proses. Setelah ini yakinlah anak akan segera mampu mengenali rasa ingin buang air kecil maupun buang air besar. 

Ajak Anak ke Toilet
Kenali jadwal anak ke toilet. Biasanya anak akan buang air kecil beberapa menit setelah menyusu atau sekitar 20 menit setelah makan dan minum. Untuk anak yang buang air besar dengan teratur, tentu cukup mudah mengenali waktu yang tepat ya, Mom. Setelah terbiasa dan terjadwal, anak akan merasakan kapan ia harus ke toilet seperti yang sudah diajarkan sebelumnya.

Komunikasi Antara Ibu dan Anak
Sejak dalam kandungan anak sudah harus di ajak bicara. Apalagi setelah lahir dan saat sudah mengerti bahasa yang digunakan orang tua. Saat ini anak harus sering diajak bicara agar kosa kata yang mampu dicernanya pun beragam. Selain melalui kata-kata, anak juga mengenali bahasa tubuh, ekspresi wajah, gerak isyarat dan gaya emosi. Untuk itu, sering berbicara dengan anak juga efektif dalam mengajarkan kegiatan toilet training. Seperti mengatakan "Besok kalau pipis di toilet ya, Nak!"

Kita semua tahu hubungan antara ibu dengan anak tidak sebatas komunikasi verbal dan non verbal. Sebab hubungan keduanya sangat erat. Karena itu, keyakinan hati Mom sangat berpengaruh terhadap respon si anak. Semoga berhasil ya, Mom!