Orang Tua Harus Tahu, 5 Masalah Umum yang Sering Dialami Remaja Perempuan -->
Cari Berita

Advertisement

Orang Tua Harus Tahu, 5 Masalah Umum yang Sering Dialami Remaja Perempuan

Minggu, 17 Januari 2021

masalah remaja perempuan


Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Meskipun terjadi dalam waktu singkat pada masa ini berbagai hal bisa terjadi pada anak usia remaja. Pengalaman di usia remaja bisa sangat berpengaruh baginya saat dewasa nanti. Di usia inilah seseorang mulai dituntut untuk memiliki jati diri dan belajar berbagai segi kehidupan. Karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan berbagai perkembangan anak remaja baik dari segi psikologis, pendidikan, maupun sosial. 

Umumnya remaja perempuan memiliki perasaan yang lebih sensitif namun juga lebih mudah untuk menerima pembelajaran positif jika didukung dengan lingkungan keluarga yang sehat dan positif pula. Sebagai contoh, seorang anak remaja perempuan yang sangat dekat dengan orang tuanya biasanya jauh lebih mampu mengenali batasan-batasan atau aturan-aturan yang berlaku baginya. Namun, sebaliknya seorang anak yang kurang perhatian dari orang tua biasanya akan mencari lingkungan di luar rumah yang lebih nyaman. 

Sebagai orang tua, memiliki anak remaja merupakan kebahagiaan sekaligus tantangan yang harus dihadapi dengan bijaksana. Untuk itu, orang tua yang memiliki anak remaja terutama perempuan harus memberikan perhatian penuh. Memberi perhatian dalam arti bukan mengabulkan segala yang dia inginkan karena remaja bukan lah bayi kecil. Bentuk perhatian yang harus diberikan orang tua kepada anak remaja adalah seperti kasih sayang yang cukup tentunya, memberikan hal-hal yang dia butuhkan,  dan menanggapi berbagai keluhan dan masalah yang dihadapinya. 

Secara umum, masalah yang sering dihadapi anak remaja perempuan di antaranya adalah berikut ini


Merasa Tak Dianggap

Kasih sayang yang cukup dari kedua orang tua bahkan belum tentu bisa melepaskan anak remaja dari masalah ini. Sebagai contoh seorang anak yang baru saja beranjak remaja tepatnya berusia 14 tahun. Dia memiliki orang tua yang masih lengkap dan memberikan banyak perhatian padanya. Selain itu dia juga mempunyai dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki yang juga sangat menyayanginya. Suatu hari saat dia pulang liburan dari pesantren tempat dia bersekolah dia pergi dari rumah tanpa pamit. Pada hari-hari sebelumnya dia juga pernah pergi tanpa pamit di siang hari namun pulang pada sore hari. Karena orangtuanya merupakan orang tua yang cukup protektive, dia pun mendapati kemarahan yang wajar dari orangtuanya. Hari itu, dia pergi hingga maghrib belum juga pulang. semua anggota keluarga berusaha menghubungi namun tak berhasil, kecuali ibunya yang akhirnya dapat menghubungi via telepon seluler. Sepertinya, dia sengaja memblokir semua anggota keluarganya. Beruntung dia masih menyisakan nomor sang ibu. Sang ibu pun mendapati si anak ternyata sudah berada di bioskop bersama teman-temannya. terakhir diketahui saat anak itu pulang, di antar oleh temannya yang dia akui sebagai gebetannya. Dia mengaku ingin lari dari rumah karena merasa tak dianggap. 

Dari cerita di atas bisa disimpulkan bahwa meskipun tampak sempurna pandangan remaja memiliki objektifitas tersendiri. 


Kurang Percaya Diri

Menurut salah seorang Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana, Indonesia sangat beragam baik itu warna kulit, karakter dan minat yang tentu berbeda-beda. Keragaman itu bisa terganggu dengan adanya standar tertentu dari masyarakat dan media sosial. Hal ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri seorang remaja.

Remaja perempuan biasanya akan memilih seorang panutan dalam berbagai hal salah satunya dari segi penampilan. Remaja cenderung mengikuti panutan yang dia sukai atau yang sering dia lihat. 


Toxic Parenting

Toxic Parenting adalah suatu sikap orang tua yang meracuni psikologis anak. Orang tua toxic bisa tampak normal, memenuhi semua kebutuhan anak dan memberikan yang terbaik untuk anak. Tapi, ada perilaku yang tanpa disadari bisa menjadi racun bagi anak. Orang tua toxic biasanya sangat mengontrol anak secara berlebihan dan tidak dapat berempati dengan anak. 

Orang tua dengan karakter toxic parent cukup banyak memberikan pengaruh negatif terhadap remaja. Orang tua memang memiliki tanggung jawab penuh terhadap anak, namun orang tua tidak bisa sepenuhnya mengendalikan anak apalagi bila anak sudah berusia remaja. Mereka punya minat dan karakter masing-masing. Sebagai contoh, orang tua menuntut anak agar memiliki nilai akademik sempurna di sekolah. Padahal setiap anak dilahirkan memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Contoh lain, orang tua ingin anaknya menjadi seorang dokter dan mengarahkannya untuk mendapat pendidikan yang sesuai dibidang tersebut sementara si anak lebih cenderung memiliki passion di bidang seni


Lingkungan dan Media Sosial

Di era digital saat ini, media sosial begitu mendominasi kehidupan manusia seakan-akan media sosial adalah dunia lain yang penuh kesenangan. Tak terkecuali remaja perempuan. Sebab, di media sosial sangat mudah diakses segala usia dan setiap orang bebas berekspresi. Sehingga tak bisa dipungkiri terkadang media sosial lebih asik dari pada dunia nyata. 

Di usia remaja, mereka akan mencari jati diri baik melalui lingkungan maupun apa yang sering mereka lihat. Pada saat ini lah perlu peran besar dari orang tua untuk mendampingi anak dalam menyaring informasi, tontonan, gaya hidup, dan berbagai hal yang dilihat atau didapatkan dari lingkungan maupun dari media sosial. 


Moody

Moody atau perasaan yang sering berubah-ubah tak menentu menjadi masalah paling sering di alami remaja perempuan. Pada saat ini, terjadi proses perkembangan biologis dan psikologis salah satunya tandanya adalah keinginan dan emosi yang tak menentu. Terjadinya perubahan hormon mempengaruhi cara berpikir remaja. Sehingga seringkali mengalami gejolak batin dan rentan frustasi. 

Orang tua berperan untuk memberikan dorongan agar anak remaja bisa menyesuaikan diri dengan baik dengan cara memberi nasihat dan lebih bersabar.

Itulah 5 masalah yang sering dialami remaja perempuan. Pada masa remaja inilah orang tua wajib berperan dalam mendukung perkembangan anak agar tumbuh sehat dan baik secara biologis maupun psikologis.