5 Cara Mengajarkan Anak Berempati Sejak Dini -->
Cari Berita

Advertisement

5 Cara Mengajarkan Anak Berempati Sejak Dini

Jumat, 05 Maret 2021

Pernahkah Moms berpura-pura menangis di depan anak berusia kurang dari dua tahun atau lebih? Bagaimana reaksinya? Umumnya anak akan merespon dengan cara yang sama dengan yang biasa orangtuanya lakukan ketika dia menangis. Seperti memberikan mainan, mengelus punggung, mengusap air mata, dan masih banyak lagi. Nah, ini membuktikan bahwa berempati bisa diajarkan sejak dini. Tentunya untuk mengembangkan empati anak yang dia dapat dari perlakuan orang tuanya, Moms bisa  menggunakan berbagai ide kreatif dan aktifitas yang menunjang. 


Pada dasarnya ada beberapa strategi umum yang bisa digunakan dalam mengajarkan berempati pada anak sejak usia dini. Sehingga seiring pertumbuhannya anak dapat memahami bahwa setiap orang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda. Berempati merupakan kemampuan yang dapat diajarkan kepada setiap anak. Strategi yang tepat dan efektif adalah yang sesuai dengan usia anak saat ini.


Empati merupakan kemampuan membayangkan apa yang orang lain pikirkan atau rasakan dalam situasi khusus dan dapat merespon dengan kepedulian. Anak yang mampu berempati akan mengenali perasaan umum yang mungkin dialami orang lain seperti kesedihan, kemarahan atau kebahagiaan. Sebagai contoh ketika salah satu temannya menangis karena kehilangan mainannya, dia akan merespon dengan memberikan mainan serupa yang dimilikinya. 

berempati
image by freepik


Berikut ini adalah strategi yang dapat Moms and Dads gunakan untuk mengajarkan dan mengembangkan empati anak sejak usia dini. 


Memberi Contoh Dalam Berempati


Hal yang paling penting dalam mendidik anak adalah memberi contoh sesuai dengan yang ingin kita ajarkan pada anak. Setiap anak akan meneladani apa yang dilakukan orang tuanya dan akan merekam apapun perbuatan mereka. Karena itu, akan lebih mudah mengajarkan anak dengan contoh dari pada dengan perkataan yang sulit dimengerti oleh anak-anak. Begitupun dengan mengajarkan empati. Tidak perlu mengatakan banyak hal yang tidak bisa dipahaminya, cukup lakukan dan terapkan sikap empati sehari-hari terhadap keluarga, tetangga dan orang-orang terdekat. 


Mengajak Anak Berbuat Baik 

Jika Moms ingin anak selalu berbuat baik maka dia juga harus melihat hal-hal baik yang dilakukan orang tuanya. Tidak hanya itu, Moms juga bisa mengajaknya untuk berbuat baik. Misalnya berbagi makanan kepada tetangga, teman atau saudara. Jika anak sudah terbiasa berbuat baik sejak dini mulai dari hal-hal yang kecil maka kelak anak akan lebih mudah melakukannya tanpa paksaan.


Mengenali Ekspresi Dengan Gambar

Kemampuan mengenali ekspresi wajah dapat memicu kepekaan empati pada anak. Cara ini bisa dilakukan dengan bermain bersama anak. Misalnya permainan Flash Face Card. Permainan ini dilakukan dengan cara menyertakan kartu-kartu dengan gambar berbagai ekspresi wajah, lalu meminta anak untuk menyebutkan ekspresi tersebut. Dengan suasana bermain seperti ini selain berlatih mengenal ekspresi wajah, diharapkan anak juga dapat merasakan kedekatan dengan orangtuanya. 


berempati
image by freepik


Mengenalkan Anak Peran Orang Lain

Tanpa disadari orang-orang yang berada di sekitar kita juga memiliki peran yang berarti dalam hidup kita. Misalnya seorang guru yang memberikan pelajaran kehidupan kepada muridnya. Sehingga akan menjadi bekal baginya kelak ketika hidup di masyarakat. Begitu pula tukang sapu jalan yang tugasnya membersihkan jalan yang sering kita lewati. Karena peran mereka jalanan menjadi lebih bersih dan lebih indah untuk dilewati. Peran orang-orang inilah yang harus dijadikan pelajaran bagi anak bahwa setiap orang memiliki peran yang berarti dan pekerjaan mereka mempengaruhi hidup orang lain. Dari sini anak bisa belajar bagaimana menghargai kehadiran orang lain di sekelilingnya. 


Memberi Pujian Pada Perilaku Anak

Memberi pujian bermanfaat agar anak menjadi termotivasi untuk selalu melakukan hal-hal baik dikemudian hari. Dengan adanya pujian anak juga akan merasa dihargai dan menumbuhkan rasa percaya diri. Memuji anak harus dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Memuji yang berlebihan memungkinkan anak untuk menjadi sombong. Sebaiknya pujian harus disertai dengan ucapan spesifik seperti mengatakan "Mama lihat kamu meminjamkan mainan kamu pada adikmu yang menangis, dan dia berhenti menangis. Berbagi dengan adik adalah hal yang baik nak."


Mengajarkan dan mengembangan sikap empati pada anak bukanlah hal mudah. Memerlukan proses yang panjang dan bertahap. Karena itu diperlukan ketekunan, kesabaran dan ketegasan dari orang tua. Anak juga perlu diajak berdiskusi mengenai emosi apa yang sedang dia rasakan, apa yang ingin dia lakukan terhadap orang lain atau apa sebab dia marah dan menangis. Di sinilah peran penting orang tua dalam mengajarkan anak berempati yang akan menjadi bekalnya saat dia sudah mulai bersosialisasi.