Punya Hutang Jangan Sampai Dilupakan Apalagi Tidak Dibayar Karena Akan Diperhitungkan Di Akhirat -->
Cari Berita

Advertisement

Punya Hutang Jangan Sampai Dilupakan Apalagi Tidak Dibayar Karena Akan Diperhitungkan Di Akhirat

Kamis, 18 Maret 2021

hutang piutang dalam islam
udit saptarshi on Unsplash


Hutang piutang gak dilarang dalam Islam, namun tentu ada aturan-aturannya. Hutang yang gak dibayar atau pinjaman yang gak dikembalikan harus dipertanggung jawabkan hingga ke akhirat kelak. Bisa-bisa amal baik yang kita miliki akan hangus sebab hutang yang gak dibayar. Makanya, Islam punya aturan tentang hutang piutang agar yang berhutang gak lalai untuk membayar.


Banyak orang kini mengeluh akan permasalahan hutang piutang. Ada yang bilang orang kalau minjam uang, ditagih justru marah-marah. Padahal menagih hutang termasuk kewajiban karena mengingatkan si peminjam. Bahkan ada juga yang sampai mengancam. Bukankah membayar hutang juga merupakan kewajiban. 


Pada dasarnya hukum hutang piutang adalah boleh. Orang yang memberi hutang mendapatkan pahala karena termasuk tolong menolong antar sesama manusia. Untuk memberi hutang atau pinjaman ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut ini ulasannya, yuk dibaca!


Berasal Dari Harta Yang Halal

Syarat penting yang pertama dalam memberi hutang adalah harus berasal dari harta yang halal. Bukan barang curian atau tidak diketahui asal usulnya.


Tidak menagih Dengan Cara Yang Menyakiti Peminjam/ Pengutang

Dalam menagih hutang juga ada adab yang harus dipatuhi. Menagih hutang dengan bahasa yang baik dan sopan. Tidak mengeluarkan kata-kata pedas dan nada bicara yang tinggi sehingga dapat menyakiti perasaan pengutang. Dengan komunikasi yang baik mungkin si pengutang akan sadar untuk segera membayar hutangnya.


Bersikap Tegas 

Bersikap tegas bukan berarti kasar atau dengan cara marah-marah dan membentak. Misalnya membuat perjanjian saat melakukan akad. Pada saat waktu yang ditentukan pemberi hutang menagih atau mengingatkan, di sini diperlukan sikap tegas dari pemberi hutang agar pengutang tidak lalai dalam membayar hutang. 


Tidak Mengambil Keuntungan

Memberi hutang dalam Islam termasuk dalam tolong menolong antar sesama manusia. Karena itu, gak boleh mengambil keuntungan dari harta yang di hutangi. Jadi, jika ada teman meminjam uang sejumlah seratus ribu misalnya, maka harus dikembalikan sejumlah seratus ribu juga. Gak boleh ada kelebihan, bahkan ulama sepakat mengambil keuntungan dalam memberi hutang hukumnya riba'. 


Nah, itulah adab atau aturan bagi pemberi hutang. Sedangkan bagi si pengutang atau peminjam uang juga harus mengetahui adab dan ketentuannya. Agar dapat menghindari perselisihan karena sekalipun keluarga atau teman dekat jika berurusan dengan uang, bisa menjadi masalah rumit nantinya. Untuk itu simak penjelasan singkat berikut ini!


Bisa Membayar Pada Waktu Yang Ditetapkan

Pada saat akad hutang piutang tentu ada batas waktu pengembalian. Akan lebih bagus lagi jika dibuat dalam bentuk perjanjian tertulis. Hal ini penting agar dapat membayar hutang tepat waktu dan meminimalisir resiko kelalaian dan perselisihan.


Dalam Keadaan Mendesak

Dalam berhutang, haruslah dalam keadaan mendesak yang mengharuskan berhutang. Bukan karena untuk bersenang-senang atau hanya sekedar iseng. Misalnya untuk membeli sembako saat sudah gak ada uang atau karena sakit dan harus membeli obat. 


Memberitahu Keterlambatan Dalam Membayar

Jika memang pada saat batas waktu yang ditetapkan benar-benar tidak bisa membayar karena ada kendala atau hal-hal yang gak bisa dihindari maka wajib memberitahukan kepada pemberi hutang. Ini juga merupakan sebab kenapa kita diharuskan meminjam atau berhutang kepada orang yang shaleh. Sebab orang yang shaleh dan berilmu tentunya sudah tahu hukum-hukum hutang piutang. Sehingga dapat memberi keringanan bagi orang yang berhutang dan terlambat membayar. 


Punya hutang jangan sampai dilupakan apalagi tidak dibayar karena akan diperhitungkan di akhirat. Karena itu jika memiliki hutang, berusahalah agar bisa membayar. Selain dengan bekerja, usaha harus juga mengamalkan doa agar bisa membayar hutang. Ketika sudah berhasil mendapatkan uang untuk membayar hutang, segerakan dan jangan ditunda agar tidak menjadi lalai pada akhirnya. Setuju kan?