Sinopsis dan Review Film Ayla: The Daughter Of War (Kisah Tentara Turki Mencari Anak Angkatnya di Korea) -->
Cari Berita

Advertisement

Sinopsis dan Review Film Ayla: The Daughter Of War (Kisah Tentara Turki Mencari Anak Angkatnya di Korea)

Minggu, 18 Juli 2021

Ayla the daughter of war


Film Ayla the Daughter of War merupakan film yang diangkat dari kisah nyata. Film ini berlatar tahun 1950 pada saat terjadi perang dunia pada saat itu pula Korea Selatan dan Korea Utara pecah dan saling berselisih. Tentara Turki dan Amerika bergabung untuk berjuang memberikan bantuan kepada Korea Selatan. 

Nonton film ini wajib siapin tisu karena dari awal sampai akhir mengandung bawang. Kisahnya mengharukan banget tentang seorang tentara Turki bernama Suleyman yang menemukan seorang anak kecil sedang menangis diantara mayat-mayat keluarganya. Ayla, saat itu diperkirakan usianya 4-5 tahun. Dia dibawa ke markas oleh Suleyman. 

Ayla menghabiskan hari-harinya bersama tentara turki. Ia tampak bahagia dan paling dekat dengan Suleyman. Sampai setahun lamanya, ia tetap bersama Suleyman dan tentara lainnya. Pihak Korea ingin menjemputnya, tapi ia tidak mau dan ingin tetap bersama Suleyman yang ia anggap sebagai sosok ayah. 

Sampai akhirnya Suleyman dilema harus meninggalkan Ayla di Korea dan kembali ke Turki. Berbagai cara dilakukannya untuk bisa tetap bersama Ayla, mulai dari mencoba untuk menetap di turki hingga membawa Ayla di dalam koper. Mereka sama-sama memiliki ikatan batin yang kuat sebagai ayah dan anak walaupun tidak sedarah. Sama-sama berat untuk berpisah sementara Suleyman harus mengikuti perintah atasan untuk kembali ke negara asalnya dan meninggalkan Ayla di sekolah khusus anak terlantar. 

Pada akhirnya, Suleyman menyerahkan Ayla dan membuat janji kepada Ayla agar dia tidak menangis lagi. Suleyman berkata pada Ayla bahwa ia akan kembali untuk melihat Ayla. Namun setelah kembali ke Turki sangat sulit untuk mendapat akses ke Korea Selatan karena perang masih berlangsung. Hingga berpuluh tahun Suleyman tetap berusaha melakukan pencarian ke berbagai lembaga yang bisa menghubungkannya dengan Korea Selatan. Hingga dia menemukan seorang jurnalis yang bisa melakukan pencarian melalui berbagai cara. Walaupun sangat sulit untuk menemukan arsip karena sekolah yang dulu tempat Ayla bernaung sudah tidak ada. Mereka mencari melalui alumni-alumni yang masih saling berkomunikasi. Ketemulah Ayla yang sudah dewasa dan masih sangat ingat dengan sang ayah angkat Suleyman. Mereka pun dipertemukan setelah 60 tahun berpisah. 



Nonton film ini, selain melihat sisi kedekatan antara ayah dan anak angkat, persahabatan antara tentara Turki, juga membawa suasana dari dua negara berbeda. Sensasi Korea Selatan dan Turki sama-sama negara yang kalau bikin film atau drama bikin penonton terhanyut. Selain berlatar dua negara, film ini juga menggunakan dua bahasa utama yaitu bahasa Korea dan Turki. 


Disutradai oleh Can Ulkay, film ini terpilih sebagai perwakilan Turki untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-90. Meski tidak masuk nominasi, film ini menempatkan dirinya sebagai salah satu film terbaik produksi bersama Korea Selatan dan Turki. Film ini telah diapresiasi di kedua negara dan memiliki rating tertinggi dari daftar film Korea atau Turki.