Intermittent Fasting, Pilihan Tepat Menurunkan Berat Badan Tanpa Pilah Pilih Makanan -->
Cari Berita

Advertisement

Intermittent Fasting, Pilihan Tepat Menurunkan Berat Badan Tanpa Pilah Pilih Makanan

Kamis, 05 Agustus 2021

intermittent fasting
Photo by Christopher Jolly on Unsplash


Masalah umum yang seringkali terjadi terutama pada wanita adalah berat badan. Berat badan perlu dikontrol agar tetap ideal. Tidak hanya untuk tujuan penampilan tetapi juga untuk kesehatan. Kelebihan berat badan bisa menyebabkan berbagai penyakit. Alasan lainnya kamu bisa punya energi lebih saat berat badan ideal. 


Dulu, saya sempat mikir, kenapa sih orang-orang harus diet? Padahal tidak terlalu gemuk hanya sedikit berisi atau bahkan saya pikir gemuk bukan sebuah masalah besar. "Yang penting sehat aja lah" Pikir saya saat melihat postingan atau bahasan orang-orang tentang diet atau menurunkan berat badan. Tapi berbeda saat berat badan saya sudah mencapai 64 kg sedangkan tinggi badan 150 cm. Sudah tidak ideal bukan? Saya sudah merasa berat untuk sekedar bangun dari duduk. Belum lagi baju-baju gamis yang tak lagi bisa dipakai karena sempit. Barulah saya tersadar pentingnya berat badan ideal. 


Beberapa orang mengeluh kesulitan menurunkan berat badan walaupun sudah melakukan diet, olahraga, bahkan minum suplemen penurun berat badan. Kamu mungkin saja melakukan hal-hal itu, tapi setiap orang memiliki tubuh yang berbeda artinya hasil yang didapat akan berbeda pula. Tapi jika kamu sudah lelah dengan berbagai hal tersebut, kamu bisa coba intermitten fasting atau biasa juga disebut diet puasa. 


Intermittent fasting atau diet puasa adalah cara menurunkan berat badan tanpa mengurangi atau membatasi porsi makan. Cara ini lebih kepada mengatur pola dan kebiasaan makan. 


Puasa sejak dulu sudah menjadi salah satu kegiatan yang terbukti menyehatkan tubuh. Puasa membuat tubuh istirahat dari kegiatan mencerna makanan. Dengan berpuasa secara teratur dapat menstabilkan sistem metabolisme tubuh. Selain itu, puasa dapat menyeimbangkan asupan kalori dan kadar gula di tubuh.


Puasa pada dasarnya adalah salah satu bentuk ibadah atau ritual dalam agama seperti Islam dan Budha. Padahal puasa juga salah satu cara menurunkan berat badan yang saat ini dikenal dengan sebutan intermitten fasting. Namun ada beberapa perbedaan puasa dengan tujuan ritual agama dan puasa untuk tujuan menurunkan berat badan. 


Menurunkan berat badan dengan metode intermittent fasting bukanlah mengurangi porsi makan sebagaimana diet karbo, diet kalori hingga diet extrim. Intermittent fasting sebenarnya lebih mudah untuk diterapkan dalam menurunkan berat badan. Terutama bagi kita yang masih dominan dengan nasi atau makanan karbohidrat lainnya. 


Inilah solusi buat kita yang merasa berat tanpa adanya nasi disetiap porsi. Intermittent fasting adalah metode menurunkan berat badan dimana kita hanya perlu mengatur pola makan. Sama halnya dengan puasa, saat puasa kita hanya makan selama 8 jam dan tidak makan 16 jam sisanya. Namun pada periode 16 jam tanpa makan, kita masih bisa minum air putih dan kopi tanpa gula. Ada juga pendapat yang mengatakan masih bisa makan dalam jumlah yang sedikit misalnya dua sendok makan atau makan makanan non kalori. Boleh saja asal tujuan awal tetap tercapai. Pola ini bisa dilakukan dua-tiga kali dalam seminggu. 


Metode Populer Intermittent Fasting

Ada tiga metode yang paling sering digunakan dalam menerapkan intermittent fasting. Metode-metode ini sangat populer diberbagai negara dan terbukti dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat. 


Metode16/8: Metode ini juga dikenal dengan sebutan Leangains protocol. Dengan membatasi waktu makan hanya selama 8 jam sehari. Biasanya puasa untuk diet dilakukan pada jam tidur sehingga jauh lebih ringan. Misalnya dari jam 9 malam hingga jam 1 siang. Pada saat puasa hanya boleh minum air putih atau minuman non kalori. Sedangkan pada periode 8 jam makan, boleh konsumsi apa saja, namun jika ingin lebih baik pilihlah makanan sehat dan bernutrisi.


Metode Eat-Stop-Eat: Metode ini adalah metode dimana kita harus berpuasa selama 24 jam satu atau dua kali dalam seminggu. Kita bisa memilih metode ini jika tubuh cukup ternutrisi dan tidak disarankan untuk pemula atau orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Untuk itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahlinya. 


Metode 5 : 2 diet: Dilakukan dua hari dalam seminggu dengan cara membatasi makan 25% dari jumlah normal atau 500-600 kalori perhari. 


Intermitten fasting ternyata cukup populer diberbagai negara. Sebab penelitian menunjukkan cara ini dapat membuat tubuh dan otak lebih sehat. Dalam Healtline mengungkapkan saat berpuasa, kadar hormon pertumbuhan manusia naik dan kadar insulin turun. Sel-sel tubuh juga mengubah ekspresi gen dan memulai proses perbaikan sel yang penting.


Apakah Intermitten Fasting Aman Dilakukan

Pada dasarnya intermitten fasting sangat aman untuk dilakukan. Namun perlu untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi yang tepat. Bagi orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes, mag kronis, vertigo, gangguan pencernaan atau memiliki riwayat gangguan makan dan penyakit tertentu lainnya disarankan untuk konsultasi dengan dokter spesialis dan harus dibawah pengawasan ketat. 


Tips Untuk Pemula

Walaupun tidak makan selama 16 jam kita masih bisa mengonsumsi air dan kopi tanpa gula. Konsumsi banyak cairan dapat mengatasi rasa lapar. Bahkan seringkali kita tidak sadar jika rasa haus bisa teridentifikasi sebagai rasa lapar. Untuk pemula sebaiknya lakukan metode yang paling mudah diterapkan dan lakukan secara bertahap mulai dari puasa selama 12 jam dan coba satu kali seminggu. Perlahan-lahan hingga mampu melakukannya secara rutin. Dan jangan lupa cek kesehatan dulu ya...