Pentingnya Penerapan Pendidikan Karakter di Masa Pandemi -->
Cari Berita

Advertisement

Pentingnya Penerapan Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

Kamis, 12 Agustus 2021

 

 

pendidikan karakter di masa pandemi

Masa pandemi semua kegiatan dibatasi guna mencegah penyebaran virus covid yang kian mengkhawatirkan termasuk mengubah proses belajar mengajar dari tatap muka yang kemudian dilakukan secara daring. Di masa pandemi pula pendidikan karakter perlu diterapkan guna memberdayakan dan mengembangkan karakter individu agar tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

 

Pendidikan karakter merupakan penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa yang meliputi pengetahuan, kesadaran, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut terhadap diri sendiri, keluarga, tuhan yang maha esa sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungannya.

 

Menurut ahli Samani dan Hariyanto pendidikan karakter sebagai cara berpikir dan perilaku untuk hidup dan bekerja sama dalam hubungannya dengan sesama agar dapat membuat keputusan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

Disinilah mengapa pendidikan karakter perlu diterapkan oleh pengajar maupun orang tua gu a membentuk karakter individu agar menciptakan kebiasaan dan perilaku terpuji untuk menuju ke arah hidup yang lebih baik. Tetapi perlu diketahui bahwa pendidikan karakter bukanlah mengubah watak atau karakter suatu individu melainkan karakter atau watak yang dibentuk untuk di didik, dibina, dilatih agar menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, tangguh, serta berperilaku baik.

 

 

Bagi tenaga pengajar pendidikan karakter di masa pandemi perlu direalisasikan secara kompeherensif terhadap peserta didik agar mereka tidak terjerumus oleh arus globalisasi dimasa pandemi, seperti ;

 

1. Mengajarkan peserta didik tentang pemanfaatan internet untuk kegiatan positif dengan memberikan video edukasi guna melatih daya ingat serta menambah pengetahuan mereka.

 

2. Mendidik mereka dengan nilai-nilai agama tanpa mengubah karakter peserta didik, seperti ;

 

 

a.  Menanamkan nilai religius pada peserta didik untuk mengenalkan mereka pada penciptanya.

b.  Menceritakan kisah-kisah religi dan mengajarkan sikap toleransi dengan pemeluk agama lain.

c.  Memberikan pedoman untuk menghindari perilaku yang melanggar aturan tuhan.

 

3. Menanamkan nilai moral didalam diri mereka dengan mengajarkan kejujuran dan melatih tanggung jawab.

 

4. Memberikan pelajaran untuk menghargai hak orang lain, disiplin diri dan konsekuensi terhadap akibat perbuatannya sendiri.

 

 

5. Memberikan pedoman pendidikan karakter melalui pembelajaran kooperatif dengan memberikan program pendidikan seks dan narkoba sebagai pengendalian diri agar dapat menghindari hal-hal tersebut dengan kesadaran diri tanpa perlu diawasi lagi.

Sisi lain, peran orang tua juga sangat penting dalam membentuk pendidikan karakter bagi anak-anak mereka yang dimulai dari dalam rumah. Anak adalah peniru dan pengamat ulung yang sangat baik bahkan mereka dapat mendikte apa yang dilakukan oleh orang tua maupun lingkungan terdekatnya.

 

Jika tidak mendidik karakter mereka sejak dini, jangan salahkan mereka jika ketika dewasa mereka bisa saja memiliki karakter yang sangat buruk bahkan tidak bisa terkendali. Oleh karena itu sebelum anak-anak memasuki lembaga pendidikan seperti sekolah, orang tua menjadi sarana utama dalam pembentukan karakter anak.

 

Orang tua juga bisa menerapkan pendidikan karakter pada anak-anak mereka untuk menanamkannya di lingkungan keluarga, seperti ;

 

 

 

 

1. Berikan contoh yang baik pada anak dan jangan pernah sesekali bertengkar ataupun memarahi anak dengan melontarkan kata-kata kasar.

 

2. Kenalkan anak sikap mandiri dengan hal sederhana misalnya menyuruhnya untuk makan sendiri tanpa perlu disuapi.

 

3. Melibatkan anak dalam membuat keputusan dan pemecahan masalah untuk membiarkan anak dapat memilih solusi terbaik menurut dirinya sendiri sehingga mereka bisa bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

 

4. Menerapkan sistem punishment jika mereka melakukan kesalahan agar tidak mengulanginya lagi.

 

 

5. Ajak anak bekerja sama dengan anggota keluarga lain dalam menanamkan jiwa sosial yang tinggi agar dapat menghargai keberagaman antar agama dan budaya.

 

 

Tetapi dalam menerapkan pendidikan karakter kepada individu antara orang tua dan guru haruslah berkesinambungan agar dapat berjalan dengan baik. Perlu diketahui pula, pendidikan karakter memiliki tujuan yang sama meskipun dibentuk oleh kedua sistem berbeda.

 

 

Adapun Tujuan dari pendidikan karakter antara lain ;

 

 

 

1. Mengembangkan kemampuan dalam diri peserta didik agar menjadi individu yang kreatif, mandiri, berwawasan luas serta kokoh dalam memegang prinsip.

 

 

2. Pendidikan karakter dapat menjadi benteng kokoh untuk membatasi individu agar terhindar dari perbuatan tercela maupun perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

 

3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab pada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlaqul Kharimah.

 

 

4. Pendidikan karakter dapat membangun sikap individu agar menghargai keberagaman antar agama dan budaya sehingga mampu berdampingan dengan bangsa lain.

 

 

5. Membangun peradaban nilai moral yang baik, berbudaya luhur serta memiliki keteladanan yang baik.

 

 

 

Oleh karena itu dengan menerapkan pendidikan karakter dimasa pandemi sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari agar setiap manusia mampu mengatasi dirinya sendiri dengan baik dari apapun masalah yang dihadapinya serta dapat meningkatkan kualitas hidup agar dapat lebih baik lagi.