5 Pesan Moral Drama The King Affetcion, Kisah Dayang yang Diangkat Menjadi Raja
-->
Cari Berita

Advertisement

5 Pesan Moral Drama The King Affetcion, Kisah Dayang yang Diangkat Menjadi Raja

Ada yang suka nonton drama sejarah? Kalau aku pribadi sih suka banget. Buat aku drama sejarah itu punya keistimewaan tersendiri. Sensasinya itu lebih mendalam, mulai dari alur, karakter dan romantisasinya kerasa banget. Walaupun kadang-kadang cenderung melodrama dan tragis. Tapi nggak semua kok, ada juga yang ringan dan menghibur. 


Awal suka drama sejarah itu, setelah nonton drama moon lovers scarlett heart ryeo. Drama ini seru banget, menceritakan sejarah awal kerajaan goryeo dibumbui dengan manisnya persaudaraan antar pangeran, persahabatan dan tentunya kisah cinta yang tak biasa. Uniknya drama ini diawali dengan kisah perjalanan waktu seorang wanita dari masa depan lalu tiba-tiba mengalami kejadian tak terduga yang membuat hidupnya berakhir menjadi seorang adik sepupu dari istri salah satu pangeran. 



Kembali ke The King Affection, drama sejarah yang aku tonton kali ini lebih unik dari drama-drama lain yang pernah aku saksikan. Nonton drama ini wajib banget dari awal dan jangan setengah-setengah atau bahkan diskip. Lagipula setiap episodenya seru dan sayang kalau dilewatkan. Karena diepisode awal akan dijelaskan apa yang menjadi penyebab utama ceritanya. Oh, ya, drama ini diangkat dari webtoon populer loh. Judulnya Yeonmo yang ditulis oleh Lee So Young.


Sedikit gambaran awal, drama ini bercerita tentang putri mahkota yang melahirkan dua anak kembar laki-laki dan perempuan. Sementara itu, sang raja yang mengetahui hal itu ternyata murka karena calon raja tidak seharusnya terlahir kembar dengan wanita. Raja yang diprovokasi Tuan Sangheon ayah dari putri mahkota, memerintahkan untuk membunuh anak perempuan putra mahkota yang baru saja dilahirkan itu, agar tak ada yang tahu tentang kalahiran kembar yang dianggap malapetaka tersebut. Sementara orang-orang dikerajaan yang mengetahui kelahiran tersebut harus dibunuh untuk menutupi kejadian. 


Sang Ibu, yaitu Putri Mahkota tidak ingin salah satu anaknya terbunuh karena kasih sayangnya yang besar. Akhirnya dengan tipu muslihat tabib, bayi perempuan dibuat berhenti bernapas agar tampak sudah meninggal dan itu berhasil menyelamatkannya. Dia kemudian dibawa diam-diam keluar istana dan dirawat di sebuah kuil. 


Saat remaja, sang anak perempuan tumbuh menjadi gadis yang cantik bernama Dami dan sangat mirip dengan pangeran Lee Hwi saudara kembarnya. Tanpa sengaja Dami kemudian masuk ke istana sebagai seorang dayang. Sang pangeran bertemu dengan saudara kembarnya dan melihat Dami sangat mirip dengannya. Hal itu membuatnya merasa heran dan mengadukan kepada ibunya. Sang ibu marah dan melarang pangerang untuk menyebut gadis itu lagi. 


Diam-diam sang ibu memerintahkan pelayan untuk menyelidiki gadis yang diceritakan pangeran tersebut. Karena dia yakin kalau gadis itu adalah putrinya. 


Pangeran yang kebetulan harus bertemu gurunya yang akan dihukum mati, bertukar pakaian dengan Dami, saudara kembarnya yang saat itu menjadi dayang. Tapi diperjalanan, pangeran yang menyamar dengan baju dayang itu akhirnya terbunuh oleh pengawal tuan Sang Heon yang melihatnya mirip dengan wajah pangeran. 


Akhirnya Dami yang menyamar sebagai Lee Hwi tidak bisa meninggalkan istana dan harus tetap menyamar sebagai pangeran untuk menyelamatkan orang-orang yang mengetahui hal tersebut dan untuk menutupi kebohongan yang sudah diperbuat oleh ibunya untuk menyelamatkan nyawanya dahulu. 

 

Kebohongan Akan Terus Memunculkan Kebohongan Lainnya

Kisah Dami/Lee Hwi ini diawali dengan kebohongan. Dami yang seharusnya diperintahkan untuk dibunuh, tetapi oleh sang ibu ditutupi dengan kematian palsu dan dikirim ke luar istana. Dami tumbuh remaja dan tanpa sengaja kembali ke istana. Lalu pengawal kakeknya melihatnya dan berniat membunuhnya kedua kali, tapi justru membunuh pangeran Lee Hwi yang bertukar posisi dengan Dami. Dami yang terjebak dalam pakaian pengeran harus menyamar sebagai sang kakak. Hingga menjadi Raja dan harus menikah dengan seorang wanita. Di sinilah konflik mulai menumpuk dan kebohongan semakin sulit teratasi.


Orang Yang Melakukan Kesalahan Akan Mudah Melakukan Kesalahan Lainnya

Tuan Sangheon yaitu kakek dari Lee Hwi sendiri yang sejak awal berusaha mengambil alih istana, melakukan apa saja demi mencapai tujuannya agar Lee hwi menjadi raja. Sehingga dia bisa memanipulasi pemerintahan. Si kakek ini punya banyak pendukung dan pasukan sehingga sangat ditakuti di wilayah istana. Ia juga tidak segan membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Termasuk membunuh cucunya sendiri. Ia bahkan membunuh orang-orang yang mengetahui kelahiran cucu kembarnya itu. 


Berpegang Pada Prinsip

Berhadapan dengan kekejaman sang kakek tentu nggak mudah bagi Lee Hwi. Tuan Sanghoon  selalu memprofokasi Lee Hwi untuk mengikuti semua rencananya mengelola pemerintahan yang tentunya untuk kepentingannya sendiri. Walaupun begitu Lee Hwi tetap berpegang pada prinsipnya dan  meneruskan keinginan ayahnya untuk memperjuangkan kerajaan yang utuh. 


Menggunakan Strategi Jitu Untuk Mencapai Tujuan

Lee Hwi yang kenyataannya adalah raja boneka sang kakek, ternyata tidak sepenuhnya berpihak pada ayah dari sang ibu tersebut. Tanpa sepengetahuan si kakek, Lee hwi menyusun rencana untuk mengungkapkan perbuatan licik kakeknya yang selain memanipulasi pemerintahan juga ternyata korup. Tentunya dia dibantu orang-orang kepercayaannya termasuk Jung Ji Un. Jung Ji Un adalah gurunya ketika menjadi Putra Mahkota. Sekaligus anak dari pengawal yang membunuh saudara kembarnya, Putra Mahkota asli. 


Pentingnya Kasih Sayang Seorang Pemimpin Terhadap Rakyatnya

Setelah kebohongannya terkuak dan Lee Hwi harus menerima keputusan dari raja yang baru tentang hukuman terhadapnya karena telah menipu semua orang tentang dirinya yang ternyata adalah seorang wanita, pejabat-pejabat kerajaan justru memohon pengampunan untuknya. Di sini terharu banget karena mereka semua bela lee hwi. Semasa dia menjadi raja, lee hwi memang selalu mementingkan rakyat dan bawahan-bawahannya. Dia adalah sosok pemimpin yang baik dimata semua orang. Selain itu, kebohongan yang dilakukannya bukanlah keinginannya. Dia hanya terjebak takdir yang menimpanya sejak lahir hingga dewasa.


Itulah lima pesan moral yang aku dapat dari drama the king affection. Drama ini sudah tamat dan bisa disaksikan di netflix, ya.


Drama yang diperankan oleh Park Eun Bin dan Ro Woon benar-benar berkesan buat aku, kalau aku pribadi memberi penilaian dari 1-10 drama ini nilainya 9. Setiap episodenya bikin penasaran dan asik untuk dinikmati. Walaupun ini drama sejarah tapi sama sekali nggak kaku atau membosankan. 


Apalagi akting park eun Bin bikin speecless. Karakter women powernya disini terasa banget. Pokoknya bakal jatuh cinta deh sama karakter lee hwi. Penyamarannya sebagai raja juga sempurna, kalau ada yang nggak tau dia cewek pasti ngiranya cowok beneran. Selain itu, keahliannya memanah, berkuda, menggunakan pedang juga sangat memukau. 



Hati-hati buat penonton yang cewek, kalau liat Park Eun Bin udah pake pakaian militer kerajaan. Eh, jangan sampai kepincut ding. Dia kalau pakai hanbok cewek banget kok, cantik banget malah. Drama ini juga dibumbui romance dan visual aktor dan aktris yang memukau tentunya. 


Dah, cukup segitu aja ya, next time bahas drama yang lain. Ok. See u.